Jenis-jenis Sakit Kepala

Monday, October 6th 2014. | Article kesehatan

Terima kasih sudah bersedia berkunjung di website obat sakit kepala sebelah (obatsakitkepalasebelah.net). Anda tidak akan sia-sia mengunjungi website ini, karena di postingan kali ini saya akan menjelaskan jenis-jenis sakit kepala.

Di Negara kita Indonesia, prevalensi sakit kepala sangatlah tinggi. Lebih dari 90% pasien yang berkonsultasi ke dokter, menyebut sakit kepala sebagai salah satu gejala penyakit mereka.

Berbagai Jenis Sakit Kepala

jenis-jenis sakit kepalaTension Type Headache

Sakit kepala ini disebabkan rasa tegang di area kepala yang menyebar ke leher dan pundak. Durasinya bisa beberapa jam. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, sakit kepala ini bisa berlangsung hingga berhari-hari. Sakit kepala jenis ini dipicu dehidrasi, stres, kelelahan, serta aktivitas fisik yang terlalu lama, seperti duduk di depan komputer atau berdiri di bawah terik matahari.

Cara mengatasinya, sebenarnya tidak harus dengan pil pereda sakit. Cukup melakukan teknik relaksasi seperti pijat atau mandi air panas.

Migrain/Sakit Kepala Sebelah

Dikenal juga dengan sakit kepala sebelah. Gejalanya, rasa sakit terpusat di salah satu bagian kepala, umumnya pada area pelipis dan bertambah parah jika Anda bergerak tiba-tiba. Migrain terjadi akibat adanya perubahan mendadak pada komposisi kimia tubuh yang memicu penyempitan pembuluh darah di otak dan menyebabkan sakit kepala hebat. Migrain juga bisa disebabkan cahaya yang terlalu terang atau panas yang terik.

Pil pereda sakit yang mengandung ibuprofen serta paracetamol efektif meredakan sakit kepala jenis ini. Migrain juga bisa diatasi dengan mengasup vitamin B kompleks.

Sakit kepala konstan

Tipe sakit kepala ini gejalanaya adalah rasa sakit yang bertalu-talu dalam kepala dan tidak juga hilang dalam hitungan hari bahkan minggu. Biasanya, sakit ini diakibatkan tubuh yang terlalu lelah, sehingga tidak bisa merespon pengobatan. Sakit kepala konstan juga bisa terjadi karena asupan kafein yang terlalu tinggi.

Penderita sakit kepala jenis ini harus berkonsultasi pada dokter agar mendapat dosis pereda sakit yang sesuai. Sebab, jika dosis yang diberikan terlalu rendah atau terlalu tinggi, sakit kepala akan terus bertahan.

Sakit kepala akibat aktivitas seksual

Ya, hubungan intim bisa menyebabkan sakit kepala. Bahkan, data statistik menyebutkan satu persen penduduk dunia menderita sakit kepala saat orgasme. Berbeda dengan sakit kepala tegang, sakit yang dirasa pada orgasmic cephalgia adalah serangan yang tajam dan singkat. Jika hanya terjadi sesekali, Anda tidak perlu khawatir. Namun, jika serangan terus datang setiap kali orgasme, dokter menyarankan melakukan pemeriksaan kepala, untuk memastikan tidak ada pendarahan yang bisa memicu serangan stroke.

Sakit kepala – mata

Rasa sakit bersumber dari belakang mata dan kerap membuat penderitanya kesulitan tidur. Rasa sakitnya pun tidak segera hilang, malah bisa berlangsung beberapa jam. Biasanya, sakit kepala ini berkaitan dengan saraf mata yang lelah. Cobalah mengistirahatkan mata dengan mengalihkan objek pandangan ke hal-hal menyenangkan seperti taman, bunga atau hewan peliharaan Anda. Teteskan obat mata dan kurangi jam kerja Anda dengan komputer serta gadget lainnya.

Sakit kepala – gigi

Rasa sakit di kepala disebabkan oleh saraf gigi. Biasanya terjadi pada pagi hari ketika bangun tidur. Umumnya, hanya terjadi selama beberapa menit. Gunakan pereda sakit untuk mengatasi sakit pada gigi ketimbang menggunakan obat sakit kepala biasa.

Sakit kepala – sinus

Rasa sakit bersumber di sekitar area hidung dan pipi. Biasanya terjadi, karena hidung tersumbat. Sakit kepala ini bisa diatasi dengan mengobati gejala sinus.

Sakit kepala – penyakit menular sexsual

Umumnya menyerang kaum hawa menjelang menstruasi. Rasa sakit pada kepala dibarengi ketegangan pada leher, pundak, punggung, serta pinggang. Sakit kepala ini dipicu, karena rendahnya hormon estrogen dalam tubuh. Sebaiknya, tidak diatasi dengan pil pereda sakit, melainkan dengan relaksasi.

Baca juga article sebelumnya :

tags: ,